Aku tidak peduli itu cowok apa, yang penting dia punya barang yang bisa memuasin aku. Ntar yang lain kan iri” katanya mengejek. XXNX Belum sempat aku menjawab telpon apartement Rei berbunyi. Ketika aku sedang menyisir rambutku yang acak acakan, pintu kamar mandi terbuka dengan tiba tiba dan aku lihat Donny menyeruak masuk. Ketika mereka semua sudah selesai mengentotku, mereka menaruhku di sofa dengan kepala di bawah. Ketika aku membuka bajuku, mereka hanya berkomentar tentang toketku yang besar itu. Aku pun mengiyakan aja meskipun aku tau kalo aku kalah dua kali maka aku akan telanjang bulat. “Auw” jeritku ketika Rei memukul pantatku sambil ketawa. “Pls entot gue, gue udah ga tahan lagi” kataku sambil merangkak ke salah satu dari mereka dan mulai meremas remas kontolnya.




















