No info
Rupanya mertuaku mengerti kepanikanku itu. Bokepindo Saat itu, sekitar tahun 1998, yang namanya olahraga fitness, bukanlah suatu trend seperti sekarang. Hari memang sudah beranjak pagi, sekitar jam 6.15 menit, tapi istri dan anakku belum juga bangun.Penasaran kuhampiri kamarku dan kamar tempat anakku tidur. Pagi itu aku bangun pukul 04.30 pagi. Hebatnya lagi kantorku dan seluruh keluargaku ikut mendukung semua aktivitasku itu. Aku menatap wajah istriku yang tertidur penuh kedamaian, sambil berkata dalam hati, ”Tidurlah yang lama sayang, aku belum selesai menikmati tubuh ibumu” lalu mengecup pipinya. Aku bangkit, lalu beranjak dari tempat tidur. Dia rajin senam, aerobik, body language, minum jamu, ikut diet sehat, sehingga tak heran tubuhnya tidak kalah dengan tubuh wanita muda usia 30-an. Melihat itu, aku pun protes, ”Lho, bu, aku khan belum keluar?” suaraku parau, penuh birahi.





















