Aku melihat Jenny membawa nampan berisi sarapan pagi ke dekat ranjang dan mempersilakanku makan. Bokepindo Saya menurut saja, meski merasa agak gila. Saya mencoba untuk berontak secara halus. “Kangkangin dong, aku pengen lihat lebih jauh!” katanya lagi. “Emang boleh?” tanya saya. Saya tersipu malu. Singkat cerita, kami mengobrol panjang lebar di kafe itu. Di hadapannya, tampak dua orang pria bertubuh tinggi besar. “Aku sayang sama kamu, kok!” ujarnya sambil mengecup kening saya, “Itu sebabnya aku nggak ingin kamu terlibat jauh di hidupku.”
Saya memeluknya erat-erat, tanpa tahu harus berkata apa pada seorang yang baru saja ‘memerawani’ saya ini. Beberapa yang berpamitan dan mengucapkan happy holidays hanya saya jawab dengan senyum manis dan jawaban pendek “You too!” di sela-sela kesibukan saya menghadap ke layar monitor.




















