Membetulkan dudukku, berkerudung dari bahu hingga ke lututku, kemudian kuambil koran dari meja. Bokepindo Yesss …, aku berhasil. Dik.. Dan benar, setelah beberapa saat kutunggu Hamidah bergeser ke dedaunan yg lebih rimbun dengan wajahnya yg menghadap ke arahku. Aku akan keluar agak lambat dari waktu biasanya. Daann.., ah, itu kan Bu Ani isteri Pak Durma tetangga sebelah kanan rumah Hamidah. Aku mengambil kopi panasku yg telah disediakan istriku. Kali ini tidak membasahi sarungku. Kali ini tidak membasahi sarungku. Kini acaranya tidak lagi memasang kerudung sarung. Kali ini aku ngintip dari jendela. Acchhh, Minaahh.., Karminaahh.. Aku tak tahan lagi. KarHamidahh.. Aku bergaya membaca, sementara mataku mencari di mana si Hamidah.Ahayyy…, itu dia. Mungkin telah berhari-hari ataupun berminggu-minggu berlalu.




















