Satu orang”Setelah membayar dan mendapatkan tiket, mata Bram langsung mencari sosok wanita tersebut namun naas wanita tersebut telah meninggalkan barisan loket tersebut.Bram langsung berlari menuju tempat menunggu datangnya kereta, stasiun penuh sekali hari itu. XXNX tanpa menghiraukan lagi mamanya.Sesampainya di stasiun, Bram membeli kartu dulu di loket karena dia tidak punya kartu langganan untuk naik kereta. gunung kamu gede banget. Orang disekelilingnya mulai memperhatikan chintya karena hal tersebut.“Mas, kamu ngapain?!” Bagaikan disambar petir, suara itu datang dari seorang bapak usia senja yang sejak tadi memperhatikan gelagat aneh Bram.“Pak security! mana tuh cewek?!” Gumam Bram dalam hatinya. Rejeki datang, wanita tersebut berhenti persis disebelah Bram, berpegangan dengan besi yang ada disebelah kanannya.Bram bermaksud mendekat ke sampingnya, namun karena terdesak oleh penumpang lain Bram sekarang berada tepat di belakang wanita tersebut.













