Dengan santainya dia cuma menjawab “Yup, kenapa? XNXX Dengan sedikit tertatih aku berjalan mencari baju baju ku. Ntar yang lain kan iri” katanya mengejek. Udah lah cepet minum” tegasnya. Aku memberhentikan kerjaanku dan mencoba menikmati rangsangan Rei. Aku pun menjadi malu sendiri. Aku cuma diam saja dan menunduk. Hanya percakapan kecil yang terjadi, ternyata dia minta dibelikan beberapa botol bir. Aku merasa bahwa muka dan badanku mulai memanas, aku tidak tau apakah itu reaksi dari bir atau sorotan sorotan mereka. Aku merasa kalo tiap kali dia mendorong pantatnya, kepala kontolnya menyentuh dinding rahimku. Akupun mulai merapikan rambut dan pakaianku. Tanpa ragu ragu, aku pun segera melahap batang itu dan menghisapnya. Parkiran mobil pun sudah gelap.




















