Dikesehariannya aku selalu memakai hijab. Aku merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. XXNX Restoran itu lebih terlihat seperti club malam yang berisikan wanita-wanita seksi dan kumpulan laki-laki mesum. Aku mencoba untuk teriak namun ada tangan yang tiba-tiba menyumpal mulutku. Setelah bekerja sekitar 1bulan aku tidak diperkenankan memakai hijabku lagi dengan alasan pekerjaanku di front office. Aku jadi panik sekali hingga tibalah seorang rekan kerjaku yang tubuhnya lebih kecil dariku namanya Sari.“Kenapa kamu Nis, kog lihatannya panik gitu?” tanya Sari.“Ini mbak aku lupa bawa rok kerjaku…gimana nih mbak kalau sampai ketahuan bos” kataku cemas.“Gimana ya…” kata Sari sambil berpikir.“Oya aku ada rok satu lagi tapi kemarin habis aku pakai belum sempat aku cuci kalau kamu mau pakai aja dulu” tambah Sari.“Serius mbak…makasih ya..” kataku.Aku pun lekas-lekas ke kamar mandi untuk mengganti dengan rok yang




















