Tenang aja Mei.”
“Hati-hati Lin!” Mei tampak cemas, sudah hampir sebulan ini sahabatnya Lindia ini tampak terbebani sesuatu. Di lantai kamar itu berserakan gaun pengantin serta tuxedo yang mereka kenakan tadi siang pada waktu resepsi pernikahan mereka. XXNX Kebetulan saya ada janji makan malam sama keluarga. Tarikan nafas terdengar jelas di kamar itu. Sayup-sayup Lindia mendengar ketiga orang itu tertawa sambil mengobrol. Di lantai kamar itu berserakan gaun pengantin serta tuxedo yang mereka kenakan tadi siang pada waktu resepsi pernikahan mereka. Sekarang mereka tinggal di rumah kontrakan kecil di pinggir kota. Jalan terakhir yang ia tempuh sepertinya akan berubah menjadi jalan buntu dalam sekejap.“Tapi Ko…” Lindia terdiam melihat tatapan mata Ko Han. Jamahan. Lindia merintih. Lindia menarik selimut menutupi tubuhnya ketika seseorang keluar dari kamar mandi.




















