“Aku punya rencana. XXNX Tangan kirinya memainkan rambutnya sendiri sedangkan tangan kananya meremas remas biji peler gua. Vinca terdiam sesaat dan akhirnnya setuju untuk gua antar pulang.Setelah sukses ngebujuk Vinca, akhirnya dia mau gua anter. “Please om. Dengan sedikit berputar dan menindih badan Nana, posisi gua sekarang sudah sangat pas untuk 69. “Ahhhh…” desah Vinca. “ahhhh….” racau dia begitu memeknya kemasukan kontol. Selesai makan, Vinca dengan buru buru langsung kembali ke tujuan dia kemari. “Goyangin badan kamu Vin.” Kata gua. “Hahaha! Spontan Vinca menutupi toketnya. “Hey!” bentak Nana sambil mendorong Vinca hingga terjatuh di lantai. Kalau enga besok papa bisa diusir dari rumah sakit.” Jawab Vinca sambil suaranya mulai bergetar menahan tangis.




















