Nakal Ya…” isi pesanku ke diaMbak Femi langsung membalikkan badannya dan memandang tajam kearahku, aku cuma tersenyum melihat wajah marah bercampur paniknya.“Gak baca apa-apa. XXNX Wah gawat nih, pikirku, bisa gagal rencana karena mbak Femi takut duluan.Hingga satu saat mbak Femi terdiam, sepertinya dia kehabisan kata-kata untuk membicarakan yg lain. Mbak Femi tersenyum kemudian memelukku erat seperti tdk mau dilepaskan.,,,,, Tapi karena kaosnya tipis dan Branya adalah model bra yg tipis tanpa kawat, aku dengan mudah meremas-remas kedua payudara yg sering aku nikmati dari jauh tersebut. Tapi mbak Femi sudah tdk sabaran. Aku tarik jariku dan aku menindihnya dengan gaya konvensional. “Enggak apa-apa kok mbak” jawabku sambil memutar badanku. “Enggak apa-apa kok mbak” jawabku sambil memutar badanku. Kesempatan itu aku gunakan untuk duduk mendekatinya. Mungkin karena aku sudah merasakan benih-benih cinta dan mbak




















