Buah Tak Jatuh Jauh Dari Pohonnya…

Namun karena tuntutan karier, ya sudahlah, aku langsung menginput data ke dalam notebook untuk diemailkan pada kantor pusat. Dia malah berkata lagi, “Iya, iya aku tahu maksudnya kok…, sslurp”.“Uhgkk”, Mulutnya menangkap puting payudaraku yang kanan, lidahnya menjilat-jilat lembut, aduuh…, rasanya gelii dan nikmaat sekali…, aku menggelinjang-gelinjang menahan geli yang luar biasa, lidahnya seperti melingkar-lingkari puting payudaraku dengan cepat namun lembut. XNXX Aku agak terkejut ketika ia melepaskan bibirnya dari bibirku. Dasinya telah dilepas, dan kancing bajunya terbuka yang di atasnya, sehingga nampak rambut-rambut halus di situ.“Gimana, udah selesai?”, Tanyanya.“Iya, udah, tapi sewa overtime nya sampai jam sepuluh nih, jadi masih rugi kalau aku tinggalkan sekarang!” Aku mencoba mengajak bercanda.“Haha, pelit juga kamu, Mur! Sekali-kali boleh kan ganti suasana?”Kami kembali tertawa-tawa.Ia duduk di meja kerja, sementara aku duduk di kursi kerjaku yang tadi.“Wah, panas

Buah Tak Jatuh Jauh Dari Pohonnya…