Sherry cuma bisa menunggu siksaan apa lagi yang akan diterimanya dengan pasrah. XNXX Jangan Kak..” Sherry mulai merasa terangsang lagi, perlahan kurasa otot selangkangannya menegang. Lodi dan Seto tidak ketinggalan, mereka menikmati mulusnya kulit lengan Sherry dengan mengelusnya dan terkadang mencium dan menjilatinya, aku pun mulai merasa panas.“Ah.. ini dia Non Sherry yang ngetop itu” Seto berujar sambil tersenyum menyeringai.“Cantik banget, sexy lagi..” tambah tejo.Sherry gemetaran ia terlihat sangat takut.“Sikat aja tuh!!” perintahku pada 4 pria itu.“Oke, sip bos!! Wajah Sherry terlihat terkejut sambil menahan sakit. lo seneng dientot?!” bentak Lea lagi.“Iya Kak.. Tubuhku dan Sherry bergerak seirama, kurasakan keringat mengucur dari tubuhku, serta vaginaku kian basah oleh cairan kewanitaanku yang bercampur dengan cairan kewanitaan Sherry.




















