Dartowan (45) = ayahnya Desrita. XXNX ML = Making Love, bersebadan. Menaruh semua potongan pakaiannya disamping pintu masuk kamar diatas lantai yang bersih. Ada jawaban dari ‘seberang sana’…“Bagaimana… nak, beres kan…?”, kata Mertowan santai pada Dartowan, anaknya itu.“Terima kasih ayah… just perfect…!”, jawab Dartowan gembira penuh semangat.“Bukan kata-kata itu yang ingin ayah dengar… nak!”, jawab Metrowan datar.“Begini… yah, aku minta ijin ‘menahan’ bi Nurasih sampai hari Minggu, aku akan mengantarkan sendiri kerumah ayah.“Tidak perlu, biar ‘orang-orang’ ayah yang menjemput, dulu mereka yang mengantar”, kata Mertowan tandas. Sempat sebelum menundukkan kepalanya, Ningsih sempat melihat lambaian tangan Dartowan yang meminta dirinya datang mendekat.Dartowan menggeser kursi didekatnya dan menyuruh Ningsih yang sudah datang mendekat untuk duduk di kursi yang didepan dia duduk.“Silakan duduk dik…”, kata Dartowan pelan, masih terpesona dengan adegan sensual yang dilihatnya tadi.“Iiya… kak…”,




















