Lelaki yang sebenarnya sudah lama dia kenal, tp baru bisa dia dengar suaranya saat proses lamaran tepat 1 minggu sebelum Sela berangkat ke Jakarta utk bekerja pada sepupunya pemilik warnet ini.Dia sengaja bekerja di jakarta menjelang pernikahannya, Utk menghindari hal2 yang tdk diinginkan, pikirnya.Ya, dalam pikirannya,bisa saja mereka terjerumus di dalam dosa.. Bra yang dikenakannya sdh tdk menutupi 2 bukit indah yang menjulang tersebut. XXNX Dia merasa beruntung karena calon suaminya adalah seorang aktifis dakwah, sama seperti dirinya. tiba2 pemuda itu sudah berada di sampingnya lagi, dan lebih membuatnya kaget lagi. Tanya Bagus
“Dari nafsu, saya ngga mau melakukan hal-hal yang mengundang saya pada maksiat bersama tunangan saya.” Jawab Sela
“OH gitu toh, ic ic” Bagus manggut-mnggut seolah mengerti, padahal dia kurang paham apa yang dimaksud oleh Sela.




















