“Ya udah” jawabku seakan kesal. XXNX “Ini kesempatan baik, aku harus dapat mengolah Ena” tutur ku dalam Hati. Sudah lama aku ingin sekali merasakan sentuhan bibir Ena yang sangat seksi itu menelan kontolku kedalam mulutnya. Sempat curiga di benak ku, bahwa sebenarnya Ena hanya pura-pura tidur. . “ Ena berdirilah” Ujarkan menjawab, sambil ku tarik tangan nya. Cukup lama kami terdiam dalam posisi saling berpelukan merasakan nikmatnya detik-detik akhir dari permainan kami.Sebelum melepaskan kontolku dari vaginanya, masih dalam posisi berpelukan kami kembali Saling berciuman, perlahan dengan mesranya, hingga saat aku hendak mencabut kemaluanku dari vaginanya, ku kecup kening Ena lalu kubisikan ditelinganya “Kita istirahat yok” ajak ku sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur.




















