Tangannya mulai memainkan payudaraku. XXNX Aku jadi geli, tapi yang jelas saat itu aku merasa beda. Aku melihat Kak Agun berdiri sambil menyandarkan sepeda sportnya ke garasi. Padahal sebenarnya hanya berukuran 34B saja. Tangan Kak Agun menelusup ke CD-ku.Aku menjerit, “Jangan…, jangan…”, aku berusaha menarik diri. Walaupun rasanya (katanya) nikmat saat itu aku merasa sakit sekali. Mama dan orang tuanya sudah kenal cukup lama.Saat itu hari Minggu, Mama, Papa, dan Kak Luna pergi ke luar kota. Eh…, Kak Agun ternyata nggak nolak, dengan seriusnya dia mengajariku, satu persatu aku selesaikan PR-ku.“Yess! Aku memang belum pernah merasakannya walau sebenarnya takut dan malu.Tiba-tiba aku kaget ketika ada “sesuatu” yang mengganjal menusuk-nusuk milikku, “Uch…, uch…”, aku menjerit. Aku memang belum pernah merasakannya walau sebenarnya takut dan malu.Tiba-tiba aku kaget ketika ada “sesuatu” yang mengganjal menusuk-nusuk milikku,










