Sava ikut menegang dan sesaat kemudian “Croooootttttttt.”Spermaku tanpa bisa aku tahan menyembur di dalam mulut Sava, dia langsung melepaskan kulumannya mendorong tubuhku yang menindihnya. XNXX Tapi kami tetap berjalan, terus berjalan hingga kami sampai pada rumah Sava.“Hei Qora, masih aja payungan pake daun pisang,” ah aku baru sadar kami sudah berada di dalam rumah Sava. Beberapa detik kemudian kaca mobil terbuka, lalu Sava menyodorkan selembar uang seratus ribu kepadaku.“Gak usah nona,” aku tersenyum seraya menggeleng.“Tapi aku ikhlas.”“Aku juga ikhlas kok melakukan hal kecil seperti ini,” yeah sangat ikhlas Sava, andai kamu tau ada hal besar yang telah aku lakukan untukmu, tapi…..Sava masih memandangku penuh keheranan, menarik kembali uang yang tadi ingin dia berikan, “Siapa kamu ? Gak ada rasa sakit meskipun kepalan tanganku mulai mengeluarkan darah segar.“Siapa saja, gak peduli malaikat atau iblis,










