teruuss.. XXNX mmff..” desahanku semakin menggila.Tangannya tidak tinggal diam, kedua toketku diremas dan pentilku diplintir lembut menambah kenikmatan bagiku. Aku memang gak bisa cuti walaupun baru nikah. Tapi lumayanlah, gunung es lebih mencair dibandingkan semalem.Sesampainya di rumah, dia mandi duluan dan langsung menonton tv. aku hanya merebahkan badanku yang capek di ranjang tanpa melepas pakean kerjaku. “bole aja sih, eh tapi kamu cantik loh kayak gitu. keelluuaarr..” Dengan hitungan detik kami berdua orgasme bersama sambil merapatkan pelukan dan kontinya berkedutan di dalam vegiku. aku hanya merebahkan badanku yang capek di ranjang tanpa melepas pakean kerjaku. Aku Sintia. Kami saling memandang, diciumnya dengan lembut bibirku. “udah, bilang aja, nggak usah malu” “beneran nih, gak papa?”tanyaku lagi. Setelah minum segelas air, dia segera kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya disampingku, “Sin, aku mau minta maaf




















