Oohh.. Bokepindo Kepalanya ditimpakan di dadaku. Paakk.. Kugenjot sedalam-dalamnya memeknya yang rimbun itu. “Oohh.. Yaa.. Menurut saja. “Geennjoott.. Ada sekitar 5 menit kunikmati asap-asap racun itu sebelum akhirnya kuputuskan untuk naik ke lantai 2 di mana kamar tidur kami berada. Cairan miliknya sampai tumpah ruang merembes keluar memeknya, punyaku juga demikian saking tidak tertampungya semprotan maniku. Ehhssh.. Jadi semakin menjadi-jadilah diriku menghabiskan waktu mengurus bisnis karena belum ada urusan lain yang memerlukan perhatianku. Pembantu-pembantuku kubuatkan kamar di luar. Aku yang berusia 38, isteriku 31, pembantu laki-laki 52, dan pembantu wanita 44. Paakk..”. Karmin akhirnya jebol juga pertahanannya. Kuletakkan pantatku di atas kursi sambil minum. Dan hampir mengelilingi bangunan rumah kecuali sisi kiri karena kepotong kamar-kamar pembantu dan jalan samping.




















