Dalam pelukanku tangisannya semakin menjadi. Bokep Mom tanyanya dengan logat yang sulit dimengerti.Sherly menjawab gugup, Coffee. Aku merasakan rasa asin yang kutahu berasal dari darah yang mengalir dalam mulutku. Aku dapat melihat istriku menjatuhkan kedua tangannya ke sisi tubuhnya. Istriku memang agak penakut dan kurang berani mengungkapkan pendapatnya pada orang lain. Si Tegap melakukan hal yang sama pula terhadap Sherly.Si Brewok yang berdiri di belakangku, meraba-raba bagian tubuhku yang ditutupi oleh celana dalamku, mencari-cari sesuatu untuk ditemukan. Aku mulai melepaskan pakaianku dari sweater, kemeja, kaos dan celana panjang. Dengan jelas aku melihat tangannya meremas payudara Sherly selama beberapa detik.Tangannya bergerak ke bagian bawah tubuh Sherly. Lalu si Tegap menghampiriku dan berdiri menantang di sampingku.




















