Meluncur saja kalimat itu dari mulutku.“Kalau saya kepingin, bagaimana?” tanyaku.Kutatap matanya penuh-penuh. Aku menemukan sebungkus lilin, dan menyalakannya dengan korek api yang tergeletak di sebelahnya. XXNX Kami bisa bergumul di mana saja: di kamar hotel, di hutan pinus yang sepi, di pantai yang sunyi, di sebuah dagau kosong di gunung Bromo dan di mana
saja.Aku tak bertemu lagi dengan Mbak Marissa ketika suaminya datang dan mengajaknya serta pindah ke Jakarta. Ia bicara dekat sekali di depanku. Sudah biasa ditinggal pergi Mas Fredi,” ia menatapku tajam, mengerling sekilas dan berbalik meninggalkanku.“Sudah, ya, aku balik dulu” ia pamit. Kali ini, ia dalam balutan tank-top lain yang sangat seksi- dan setelah kuperhatikan lama–, tanpa beha, dengan rok longgar yang menurutku teramat pendek.




















