Sekarang saya lebih percaya diri, dan sadar bahwa hidup ini indah dan tidak menakutkan. XXNX “Ya, dan itu berarti waktumu untuk pergi.” jawab Jenny dengan dialek British yang amat sempurna. Rambutnya yang pendek seleher diikat ke belakang hingga tengkuknya yang jenjang terlihat begitu indah. Apalagi setelah ia mengatakan itu, ia menatap saya dalam-dalam sambil menyunggingkan senyum aneh.Ia lalu melangkah mendekati saya. Tapi jika kantor-kantor kecil seperti kantor saya ini telat membayar tagihan, mereka akan melakukan hal-hal yang diluar perikemanusiaan. Lalu terasa tangannya yang halus memijat dan mengelus punggung saya. “Belum pernah ya?” bisiknya menggoda, “Tapi enak kan?”
Saya mengangguk lemah sambil berusaha tersenyum. “Kamu ngerti maksudku kan?” tanyanya lagi dengan penuh harap.




















