kataku. XXNX Ingin sekali aku berteriak, namun suaraku tertahan oleh ganasnya serangan mbak Sally di mulutku. Dengan agak malas suamiku berusaha membuka matanya. Suamiku dan kedua tamu kami masih terus ngobrol.Tengah malam, saya gak tahu jam berapa, saya merasa haus sehingga bangun. Rumah nampak sepi, tapi perasaanku deg degkan sekali. Ada perasaan jijik berada dalam pelukannya, namun aku sangat mencintainya. Dengan sedikit kesal saya berniat untuk menegurnya, namun ketika tanganku baru membuka tirai pintu ruang keluarga, jantungku berdetak kaget. “Maaf ya An, kami tak bermaksud menyakitimu. Aku seorang wanita yang berhasrat seks sangat tinggi, bahkan fantasiku kadang-kadang sangat liar sehingga aku malu untuk mengatakannya pada suamiku sendiri. Mbak Sally mencoba untuk mencairkan suasana.




















