aduuhh..” namun aku tidak perduli lagi. Bokepindo Terus, saya tiba-tiba juga wuda blejet, terus.. Si Juminten sekarang mengangkat kepalanya, raut wajahnya tampak sangat gelisah. Tapi melihat anak secantik ini, waduh, kok tiba-tiba.. Tambah kugoda lagi (meskipun tetap dgn mimik muka serius, bahkan penuh belas kasihan):
“coba to ceritakan yg jelas,seperti apa yg dilakukan si Kartolo dalam mimpimu itu?”Akhirnya si Juminten ini tampaknya berhasil menguatkan hatinya. Suaranya terhenti. Dia mengangguk, mengulang lagi kata-katanya yg bego tadi:
“inggih Kakek, kulo nderek kemawon..”. Si wanita itu pelan-pelan berdiri, dan dgn takzim berjalan kearahku. ”KARTOLO KEPARAT!” teriakku tiba-tiba. Jangan ? Kurendahkan tubuhku, kini aku telungkup di atas badannya. Kartolo adalah tetangganya yg sudah punya istri dua dan anak segerendeng, namun masih hijau matanya kalau melihat wanita cantik.




















