“Ya, Tante?”
“Tolong temani Tante mencari senter”. Bokepindo Aku tidak lagi menahan diri. Aku tinggi kurus dan hitam, jauh dari ciri-ciri pemuda ganteng. Wajah itu juga kelihatan letih sekali. Kata ibuku adik-adikku yang masih kecil tidak akan membantu membuat Tante Ratih tenteram, lagi pula adik-adikku itupun takut jangan-jangan didatangi arwah tetangga yang sudah mati itu hehehehe.Lalu malamnya aku pergi ke rumah Tante Ratih lewat pintu belakang. Memang kebiasaanku bangun pagi-pagi sekali. Karena itu pelan-pelan aku turun dari ranjang terus ke kamar mandi.Aku sedang membasuh muka dan kumur-kumur sewaktu Tante Ratih mengetok pintu kamar mandi. Aku tahu apa itu. Dan tiba-tiba listrik mati sehingga semua gelap gulita.Kudengar suara Tante memanggil di pintu kamarnya.




















