Minoru sudah mulai membalas ciumanku, kubelai rambutnya perlahan, hingga kami bagaikan sepasang kekasih yang memadu cinta.Zenit masih tertidur pulas, dia sepertinya kecapekan, aku tidak mau membangunkanya, bisa saja dia malah mengganggu kegiatanku ini. Bokepindo Zenit sudah ketiduran, dia tidak akan tahu apa yang kuperbuat, aku tidak mau menyiksa Minoru menggunakan peralatan Zenit. Dengan motor pemberian Herman, Kawasaki Ninja 150RR, kupacu menuju ke sana.Zenit rupanya sudah menunggu di meja sudut sana, dengan meja yang penuh dengan minuman keras serta bungkus rokok. Selangkannyapun ku sorot, Minoru malu-malu dan menutupi dengan tangannya.“Woi, lu mau aku potong tangan lu itu?!!”, ancam Zenit agar Minoru membuka tangannya sehingga tubuh indahnya bisa kusorot dengan jelas.Minoru akhirnya menuruti kemauan Zenit, dia masih dipaksa untuk terus menari, sambil menangis iapun terus-terusan dicambuk hingga lagu AKB48 diputar beberapa kali.Aku merasakan gejolak nafsuku,




















