Gak ada yang mau ngantarin nih.Aku pun mengangguk. Dia telah semakin akrab denganku.Kamu sudah punya pacar, belum? XXNX Kata cewek manis
itu, lalu temantemannya yang lain pun menyebut nama. Kami berdua pindah ke bangku tengah Kijangku. Katanya sambil membelai batangku yang masih tegang, namun tidak
sekeras tadi.Saya nggak bakal lupa deh sama malam ini, saya akan inget terus malem ini, jadi kenangan manis sayaAku hanya tersenyum dengan lelah dan berkata Iya Diana, saya juga, saya nggak bakal lupa. Kata gadis yang menarik perhatianku itu.Aku pun duduk dekat mereka, berbincang
tentang pemilu kali ini. Rumah saya di dekat situ juga.Boleh saja. Mereka lumayan loyal terhadap partai mereka itu,
walaupun tampak sedikit kecewa, karena pemimpin partai mereka itu kurang
berani bicara. Diana meminta
satu rokokku. Pulang lho!




















