“Kalau soal pijit memijit, kurasa sangat mudah Bu’. XXNX Aku menawarkan diri menjadi buruh pada
tukang tersebut, dan setelah kuceritakan masalahku yang sebenarnya, akhirnya ia
menerima tawaranku itu. Jilat donk..” itulah erangan ibu majikanku sambil meraih
kepalaku dan membawanya ke payudaranya yang kenyal, empuk dan tidak terlalu
besar itu. “Berhenti sebentar Nif, akan kutunjukkan sesuatu”
perintahnya sambil mendorong kepalaku. Tiidak Bu’. Orang tuaku tinggal di kampung” jawabku. Setelah aku mencoba menekan dan mengeraskan sedikit
pijitanku, ibu majikanku itu tiba-tiba bersuara dengan nada sedikit agak
tinggi. Tapi ia belum memberi aba-aba sehingga
aku terpaksa menahan sampai ada sinyal dari dia. (Ini
orangnya yang kamu maksud mau kuliah tapi tidak punya biaya?)” tanya seseorang yang
baru saja keluar dari kamarnya dengan perawakan tinggi besar, perut gendut
dengan warna kulit agak hitam. SA. Aku yakin
kamu belum pernah menerima hadiah seperti ini sebelumnya.




















