“Sebentar lagi.., Sar..”.Kembali ia melahap. “Ke mana..”, aku balik bertanya. Bokepindo Lagi-lagi Sari menolak sambil sedikit ngambek. Beberapa kali ia menolak. “Mau minum susu..?”, tawarnya. Akhirnya aku membayar belanjaan Sari. “Mau makan jagung?”, tanyanya. Tawaran yang naif, sebab jawabannya begitu jelas. Kiri ke arah Tangkuban Perahu. Kalau bawa orang lain bisa terbongkar belangku oleh kawan kantor. Dari jalan raya kubelokkan mobilku masuk ke lorong jalan khusus ke hotel Kh. Aku jadi ragu. Pernah suatu pagi sekali tokonya belum buka tapi Sari sudah datang sendirian sedang merapikan barang-barang, kukeluarkan penisku yang sudah tegang karena sebelumnya meremas dadanya. “Sama Mas dong..”. Beberapa saat kemudian. Aku menyetir dengan posisi penisku tetap terbuka tegang.




















