Kali ini giliran Erina yang pergi ke kamar mandi saat aku menuang gelas yang keempat. Bokep Family Dia tertawa terbahak. Isi rahimku dengan benih abang!” ucapnya semakin membakar gairahku. Erina menarik nafas.“Akan kupikirkan.”“Dan diskusikan dengannya soal belum juga hamilnya kamu. Dia terlihat lebih kurang tidur dibandingkan aku, tapi setidaknya dia terlihat jauh lebih tenang dibandingkan kemarin.“Jadi, apa keputusan abang?” tanyanya langsung tanpa basa-basi. Apakah kamu mau memaafkanku?” tanyanya.Aku hendak mulai menjawab, tapi Erina sudah berada di ruangan ini.“Abang percaya semua omong kosong ini? Isteriku hanya tersenyum.“Sudah kubilang kan, kalau melihatmu bisa membuatku sangat terangsang. Setubuhi aku!” akhirnya dia berkata dan memang itu yang segera akan aku lakukan. Kupegang kedua bahunya dengan tanganku untuk meredakannya.“Bukankah Bob sedang diluar kota sekarang ini?”“Ya,” jawabnya, tapi segera menambahkan dengan nada marah sebelum aku mampu melanjutkan,“Mungkin sekarang ini dia

