Ia tersenyum menatap hidungku yang telah licin dan basah.“Enak ‘kan?” sambungnya sambil membelai ujung hidungku.“Segar!” Mbak Lia tertawa kecil.“Kau pandai memanjakanku, Jhony. XXNX Lalu Mbak Lia tiba-tiba membuka ke dua pahanya dan mendaratkan mulut dan hidungku di pangkal paha itu. Di situlah keberuntunganku. Kenyal.“Suka, Jhony?” Aku mengangguk.“Tunjukkan bahwa kau suka. Andai saja roknya tersingkap lebih tinggi dan kedua lututnya lebih terbuka, tentu akan dapat kupastikan apakah bulu-bulu halus yang tumbuh di lengannya juga tumbuh di sepanjang paha hingga ke pangkalnya. Hisaap!”Aku menjulurkan lidah sedalam-dalamnya. Pada saat itulah aku mendapat kesempatan memandang hingga ke pangkal pahanya. Bagian dalamnya juga ditumbuhi tetapi tidak selebat bagian atasnya, dan warna kehitaman itu agak memudar. Menggosok-gosokkan hidungku sambil menghirup aroma pandan itu sedalam-dalamnya. Telapak tangannya mengusap pipiku beberapa kali, lalu berpindah ke rambutku, dan sedikit menekan kepalaku agar




















