Akhirnya saya mulai terbiasa dan mulai mendorong dengan cepat. Bokepindo Tante Erna ternyata tidak terlalu betah dengan suasana di Kota J, kira–kira setelah 1 tahun di Kota J dia memutuskan bersama Deni untuk kembali ke Kota M. Setelah itu kami mandi bersama. Tentu saja saya senang sekali karena bisa bertemu teman lama saya. “Rez… ayoo dong, sekarang masukin yah, Tante sudah tidak tahan nih,” minta si Tante. Mula–mula saya tidak menaruh curiga sama sekali mungkin karena dia ingin tahu bagian mana yang rusak, namun lama–lama saya merasakan ada sesuatu yang menempel di punggung saya, yaitu payudaranya yang montok. Di kamar mandi saya mendudukkan Tante Erna di atas wastafel, dan kemudian saya kembali menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Sedangkan Om Edi dan Dewi tetap tinggal di sana.




















