Matanya tetap terpejam. aku paling tidak suka lampu tidur yang remang remang. XXNX Sialan. Tubuhnya menegang. Sedikit bergelombang. Aku paling suka gelap. Aku bergegas naik. Dadanya naik turun, terengah-engah seperti habis lari kencang. Yup, susah sekali. Dia melenguh. Bayanganku memang menjadi kenyataan. Jari tengahku kemudian mengelus lipatan basah itu. ya, pahaku yang dibalut celana panjang kain warna coklat. Kepalaku berdentum-dentum. Kancing masih terbuka.“Apa kau ..?”“Ya … . ….Akhirnya wanita itu lewat juga di di samping kami. Aku ejakulasi. Sialan. Tidak terkecuali ibu dan anak di sampingku. Tanganku mulai beraksi. Mungkin tidak terdengar. Dapat.Jelas, ini sutra. Tangannya mengocok pangkal penisku. Suara air hujan menderu keras sekali di atas atap. Aku bahkan tidak tahu namanya.Dia memandangku. Oh tidak. lagi. Hari sudah sore ketika aku tiba di terminal Lebak Bulus.




















