OK?”Aku mengangguk. Bokepindo Suka betis Mbak. Tapi mataku selalu terbentur dalam kegelapan.Andai saja roknya tersingkap lebih tinggi dan kedua lututnya lebih terbuka, tentu akan dapat kupastikan apakah bulu-bulu halus yang tumbuh di lengannya juga tumbuh di sepanjang paha hingga ke pangkalnya. Sebelah lututku menyentuh karpet. Aku tak berdaya. Paha kanannya sudah tidak melilit leherku. OK?”Aku mengangguk. Suka betis Mbak. Karena ingin melihat lebih jelas, kugigit bagian bawah roknya lalu menggerakkan kepalaku ke arah perutnya. Sambil tetap mengelus betisnya, kuluruskan kaki yang menekuk itu. Sebagai Accounting Manager, tentu selalu ada pembicaraan-pembicaraan ‘privacy’ yang lebih nyaman dilakukan di ruang kerjanya daripada di ruang rapat.Aku merasa beruntung bila dipanggil Mbak Lia untuk membahas cash flow keuangan di kursi sofa itu.




















