Kami terpaksa duduk di ranjang yang cuman satu-satunya di kamar itu. XXNX Pintu sudah aku tutup, tapi nggak aku kunci. Aku menggeliat-geliat menahan amukan asmara yang Maya ciptakan.Kaos pink Maya terjatuh di ranjang. Mendingan pacaran sama Mas Andra, iya nggak?” pancingku. Dia cuman diam sambil menahan malu.“Ya udah, Maya ambil bukunya trus ngerjain peernya di kamar Mas Andra aja. Jemari Maya menggelitik di dada dan perutku, membuka paksa hem lusuh yang aku kenakan. Tapi aku punya kelemahan, saat ini aku udah nggak perjaka lagi (emang sekarang udah nggak jamannya keperjakaan diutamakan). Aku nggak tahan Mass… kayak kebelet pipis mas..” rintih Maya.Tak aku hiraukan rintihan itu. Kupeluk dan kuciumi gadis yang baru memberiku kepuasan itu.




















