Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Aku tidak menyalahkan pengemis-pengemis yang mencari rezeki dengan mengemis, tapi sekali lagi, aku lebih kagum pada anak itu. Bokep Barat Dia benar-benat ulet. Aku tidak mempermasalahkan orang-orang yang sering berjalan dengan lagak, atau orang yang kadang singgah mengencingiku, atau ketika aku jadi bahan lelucon karena sebuah mobil milik pejabat menabrakku. Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak laki-laki berambut kusut berpakaian kusut menenteng kantong-kantong plastik hitam yang juga kusut. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Siapalah aku, aku hanyalah tiang listrik yang mengadu nasib di jalan raya.,,,,,,,,,, Pikiranku mendadak kacau. Ketika hujan datang, aku membasah. Semoga berkah,” ucap anak laki-laki itu sambil menunduk-nundukkan badannya.




















