Aku segera berbaring ke tempat tidur yang telah rapi. Bokep Family Dia memang tergolong wanita yang rajin, seolah-olah tidak ada capeknya.“Bagaimana dengan pekerjaannya di kantor, mas ?”
“Baik dek” aku biasa memanggilnya dengan sebutan adek. Kita memang saudara kembar, namanya Bimo, dia lebih tua 10 menit dariku, sehingga antara kami berdua tidak ada yang memanggil kakak atau adik melainkan langsung dengan nama kami masing-masing.“Begitulah Bim, masalah berat yang sedang aku hadapi”Kening Bimo langsung berkerut pertanda sedang berfikir setalah mendengarkan panjang lebar curhatku, tidak lupa usulan teman-temanku Rudi dan Rio aku sampaikan kepadanya.Bimo telah menikah juga dan baru dikaruniai 1 orang anak. Heny ingin lebih fokus dalam merawat dan mendidik anak-anak kami.Aku tak mempermasalahkan alasannya. Aku segera berbaring ke tempat tidur yang telah rapi.




















