aah..” Sherry mendesah memohon padaku.Tanpa perduli pada Sherry, aku yang sudah dibakar nafsu terus melaju. Tertampang jelas keindahan vagina Sherry di mataku, bibir vaginanya yang memerah karena gesekan jari Tejo dan cairan yang membasahi sekitar selangkangannya membuat aku menahan ludah. XXNX cukup Pak.. Kutarik jari Tejo keluar dari vagina Sherry, lalu kudorong tubuhnya menjauhi Sherry.“Lho Non.. Kubiarkan Sherry beristirahat selama kurang lebih 5 menit, sampai akhirnya “penyiksaan” ini dimulai lagi.Aku duduk menjauh dari Sherry, kali ini kuputuskan menjadi penonton saja. Terus lo bisa jadi bintang porno terbaru dan terkenal, he.. saya belum puas nih..” Tejo terlihat bingung.“Sabar dulu!! Dengan nafsu membara, Andre membuka bibir vagina Sherry, sementara Tejo memasukkan jarinya kedalam liang vagina Sherry. Selama hampir 5 menit kupacu tubuh Sherry, dan tiap detik pun kurasakan kenikmatan dan rasa dendam yang terbayar.Di tengah




















