…..sekarang kamu buka semua baju kamu…..”“disiinii..?” Cintya ragu , “kenapa ga di kamar..”“disiinii..sekarang…..ato adek kamu kamii perkosa beramaii ramaii…..cepat…” Catur tak sabar.sesudah berusaha menenangkan Anindya . Catur menggeram keras ketiika pada akhirnya iia sampaii di puncak keniikmatan , caiiran putiih bercampur merah meleleh keluar darii kemaluan Anindya.Wajah manisnya basah oleh keriingat dan aiirmata, seluruh badannya terasa sakiit lemas seolah tak biisa digerakkan, iia mengguman gumam tak jelas. Bokepindo Taxi kemudian tetap melaju dgn tenang seolah tak ada apa apa.“Diam kaliian…jangan berulah……kiita cuma butuh sedikiit sumbangan..hehehehe…” ancamnya. Mereka kemudian masuk ke sebuah rumah yg sedikit terpiisah dgn yg laiin , lampu di dalamnya menyala tak terlalu terang.Cintya dan Anindya digiiriing masuk ke dalam , ternyata di dalam sudah ada dua orang yg sedang asyiik bermaiin catur , wajah mereka terliihat menyeramkan .“yoo..bro…kiita bakal pesta




















