“Kenapa? Bokep Family Dan Wanita bertubuh gemuk itu mengembangkan senyumnya. Dan tidak sepeserpun uang yang diberikannya itu aku gunakan. Tiga atau empat hari lagi, aku pasti sudah tidak sanggup lagi bertahan. Aku melangkah menghampiri. Terima kasih”, ucapku menolak halus. Dan aku juga menempati kamar lain yang jauh lebih besar dan lebih bagus. Dan wajahku juga terasa tebal oleh debu. Aku bangkit berdiri dan melangkah menghampiri. Wanita yang kuperkirakan berusia sekitar tiga puluh delapan tahun itu memandangiku dengan kening berkerut. “Boleh saya lihat ” ujarku meminta ijin. Betapa tidak, ternyata Nyonya Wulandari tidak pernah puas kalau hanya satu atau dua kali bertempur dalam semalam. Tapi memang pantas. Pagi, siang sore dan kapan saja kalau dia menginginkan, aku tidak boleh menolak. Dia membuka tasnya dan mengeluarkan uang lembaran dua puluh ribu.




















