Dengan penuh hangat ia menjabat tanganku dan duduk di depanku sembari menyerahkan berkas wawancara dari staffku terlebih dulu.Kubaca namanya yakni Laras. Ketiaknya juga bersih mulus tanpa ada bulu sehelaipun. XXNX Saya kurang suka dengan Laras ini sebab tubuhnya sangat langsing meskipun susunya terlihat cukup montok untuk tubuh selangsing dia.Setelah dia tidak demikian canggung bicara denganku, saya mulai menempatkan jebakanku, kutawari ia untuk merokok. “Sari tingginya berapa ya?”
“Seratus tujuh puluh enam senti Pak.”
“Berapa ukuran vital Sari?”
“Dada 36, pinggang 30, pinggul 38.”
Saya tersenyum mendengar ukuran vitalnya yang hebat itu. Saya di kantor memiliki sekretaris yang bernama Dessy. Saya juga percaya kalau tidak sangat susah untuk terima sekretaris yang sehebat Dessy luar dalam, sebab saya berani membayar sangat mahal untuk service mereka.




















