Ketika ia sudah berada di atas tubuhku yang telanjang, aku justru menikmati dan mengimbanginya dengan penuh semangat. Bokepindo tanya ibu ketika aku datang. Rumah ibu Sepi di siang hari sebab Pak Herman bekerja dan ibu menjaga kios, sementara di rumah itu tidak ada pembantu. Aku mau berteriak tetapi tibatiba tangan kanan Pak Herman menutup mulutku.Kalau kamu berteriak, semua tetangga akan berdatangan dan ibumu akan sangat malu, katanya dengan suara serak.Nafasnya terengahengah menahan nafsu.Berteriaklah agar kita semua malu!Aku jadi ketakutan dan tak berani berteriak. Ia memaksaku berbalik kesana kemari berganti posisi berkalikali dan aku terpaksa menurut saja. Tak kuasa untuk menolak, karena aku merasakan kenikmatan luar biasa dari benda asing yang mulai menembus dan bergerakgerak di dalam liang kewanitaanku. Aku sudah cukup dewasa untuk mengetahui betapa sepinya ibu ditinggal ayah.




















