temui teman saya, Idris, katakan Mas butuh pekerjaan ”, tahunya dari Irwan.“ Wah…kok rasanya kurang enak ya, seperti nepotisme saja… ”, Mas Andy sepertinya keberatan.“ Enggak… nggak… kog, perusahaan-nya besar, Mas ke sana juga belum tentu diterima, Mas tetap melalui tes dulu ”, ucapku meyakinkan Mas Andy.“ Hmmm…baiklah, saya coba dulu deh Wan, jam berapa ya ke sana ? XNXX Perlahan saya mendekati Mba’ Erna, kulihat dia menangis,“ Mba’, jangan menangis gitu dong, tidak ada maksud saya sedikitpun menyakiti Mba’, ucapku sambil mulai menyeka air matanya dengan tanganku.Lalu pelan-pelan kupegang pundak Mba’ Erna dan kudorong pelan dia agar berbaring di ranjang. Dalam pelukanku kubisikkan ke telinga Mba’ Erna,“ Ughhhh…Tahan… tahan… Mba’, kita keluarkan bersama-sama ya Mba’, Ssss… Aghhhhh… ”, ucap saya menahan Mba’ Erna.“ Oughhhh…Ssss… saya udah tidak tahan lagi Rom… Oughhhh…”, ucap




















