Bersamaan Tante Cesty merubah posisi tidurnya, mata indah Tante menelusuri kolam ikan yang bertepatan disamping kamar tidur di batasi tembok berjendela besar dengan jarak sekitar 5 meter, ia melihat Anku duduk di gazebo teduhnya, sedang menikmati kesegaran minuman. Dengan rasa ingin tahu Tante ingin mencoba lagi dengan alasan ruang tempatnya berdiri cukup sempit, dengan perlahan Tante melintas seperti tadi, bedanya kali ini berjalan cukup pelan sehingga ia memiliki kesempatan untuk menebak lebih jelas, benda apa yang menyetuh kepalanya.Dengan wajah bersemu merah Tante Cesty seperti menemukan jawaban yang dicarinya. Bokepindo Keberuntungan satu-satunya ia peroleh dari pamannya dengan memberikan tempat berteduh sangat seadaanya.Anku tidak memiliki keistimewaan, ia seperti pada umumnya. Di lain sisi Anku masih terlihat sibuk dengan barang dan debu, keadaan dibawahnya di luar kesadarannya.




















