Kualihkan pandanganku ke arah gelas di atas meja. Bokepindo Ia terkekeh. Kudengar ia mengerang dan mendesah, seirama dengan gerakan pinggulku. Aku cepat-cepat melakukan apa yang dimintanya. Tuduhan semacam itu tidak kusukai. Kupejamkan mataku, menghisap buah dadanya, dan memainkan jemariku. Aku tak perduli. “Kamu marah?” kudengar ia bertanya. Nada tak senang terdengar saat ia berucap. Kutarik bra-nya ke bawah, lalu dengan rasa yang tak karuan kukecup puting buah dadanya. “jangan buru-buru.” Ia benar-benar membuatku tak tahan saat ia menarik tali bra-nya yang lain. Yang ada hanyalah gambaran sebuah kebekuan. Setelah itu ia berpaling menatap ke luar jendela samping. “Tidak, wajahmu barusan, seperti anak kecil yang baru saja memecahkan kaca jendela. Aku memandangnya heran.










