Sementara bagian bawah badanku semakin menegang serta berdenyut.Entah berapa kali dia membisikkan kata di telingaku dgn suara tertahan akibat hembusan napasnya yg memburu seperti lokomotif tua. XXNX Namun tak terlihat ada seorangpun tamu di rumah ini kecuali aku sendiri. Apalagi sampai jatuh cinta. Namun aku hanya diam saja, tak tahu apa yg harus kulakukan. Bahkan aku tetap tak peduli meskipun Lidya menggeser duduknya hingga hampir merapat dgnku. Bahkan dia menekan dadanya yg membusung padat ke dadaku.“Memangnya aku harus bagaimana?” aku malah balik bertanya. “Ada apa, Lin?” tanyaku polos.“Ohh..”, Lidya mengeluhh panjang sembari menggelimpangkan badannya ke samping. Kehangatan badannya begitu terasa sekali. Bahkan aku tetap tak peduli meskipun Lidya menggeser duduknya hingga hampir merapat dgnku. Bahkan Mbak Indira menjanjikan macam-macam agar aku tak terus menangis.










