No info
Vinca terdiam sesaat dan akhirnnya setuju untuk gua antar pulang.Setelah sukses ngebujuk Vinca, akhirnya dia mau gua anter. Dengan cepat gua menghajar memeknya. XXNX Lidah Nana mempoles lobang pantat gua. “Ahhhh…” desah Vinca. Tampaknya dia sadar kalau gua adalah satu satunya orang yang dia kena yang mampu untuk ngasi pinjaman dalam jumlah besar. Bantu Vinca. “Iya apapun.” Kata Vinca dengan tatapan kosong. “Tenang aja sayang. “Ahh…om Erwin!!” pekik Vinca. “Ni peju buat kamu.” Kata gua sambil mengocok kontol gua dengan tangan kanan. Jangan.” Kata Vinca menolak untuk memasukan kontol gua ke mulutnya. “Ahhh…yess!!!” racau Nana. Disodok dari belakang sambil diremas remas toketnya.Sodokan gua semakin cepat melihat pantulan kami dari cermin. “tentu saja. “Sudah malam loh Vin.” Kata gua. Huahaha.” Kata gua melecehkan Vinca. “Om….” panggil Vinca.





















