Erik terus berlanjut menciumku, aku bisa merasakan lidahnya memijat lidahku. Bokep indo Erik bergeser ke sampingku. Dan lagi, sekarang.. Sakit!! Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak. Erik menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Erik pun menghela napas dan beristirahat sejenak, masih dalam rangkulan wanita itu. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Dia sangat memanjakan aku. “Erik sudah pulang!!”, pikirku senang.Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya.




















