Dari balik pintu supirnya keluar seorang laki-laki, yang lantas mengunci Mercy itu, lalu masuklah dia ke salon Citra. Bokepindo Merah, mengilap, menantang. Di atas pinggang, gaun mini itu mendesak sepasang payudara Tia sampai nyaris tumpah ke luar, sementara pundaknya terbuka. Kalau mengingat sifatnya Bram sih kupikir cara itu mempan. Tia dan Bram sudah kenal sejak kecil, tapi mereka baru mulai saling mengakrabkan diri setelah menikah. Kalau mengingat sifatnya Bram sih kupikir cara itu mempan. Bram terpana melihat bibir merah Tia naik-turun mengelus anunya. Selama ini kehidupan mereka lancar-lancar saja. Citra, kakak ipar Tia, menyandarkan punggung ke kursi salon yang didudukinya sambil membuka satu per satu foto-foto itu. Selama ini kehidupan mereka lancar-lancar saja.










