Aku ingat, bahwa aku harus menghidupi anakku.Akupun pun bekerja pada sebuah biro konsultasi psikologi, mengingat aku adalah sarjana psikologi. Saya sudah tidak ada uang.”Ketika aku berkata seperti itu, Pak Tommy hanya mengangguk-amgguk dengan tatapan melecehkan.“Vania Angel, dengan berat hati saya katakan ke kamu, kalo saya tidak ada uang yang bisa saya pinjamkan ke kamu…?”“Tolonglah saya pak, anak saya sakit.. XXNX Tak lama kemudian, aku merasa bahwa pengait braku di bagian belakang telah terbuka.Secara umum, bagian atas tubuhku telah setengah terbuka, dan dua payudaraku yang tak seberapa besar itu menggelantung di atas meja. Tapi aku merasa ngeri, karena itu berarti memberinya kesempatan untuk melecehkanku secara seksual.Aku pun menjadi ragu. Aku memandanginya dengan pandangan bertanya.“Mhhhhh… boleh tau apa solusinya pak?” ungkapku.“Kamu bisa bayar hutangmu dengan tubuh molek kamu itu” kata Pak Tommy sambil melirik padaku




















